PEMBANGUNAN MASJID NURUL HIKMAH PASCA-GEMPA 2018 LOMBOK UTARA TUNTAS
Pembangunan Masjid Nurul Hikmah di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat, yang mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi 2018, akhirnya rampung. Peresmian masjid ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, termasuk Founder Artha Graha Peduli, Tomy Winata, serta perwakilan dari pemerintah daerah dan masyarakat.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain: TGH Lalu Turmudzi Badaruddin – Anggota Dewan Mustasyar PBNU dan Ulama Besar NTB, Ali Mochtar Ngabalin – Staf Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Hamdan Zoelva – Ketua Umum Syarikat Islam, Fahri Hamzah – Tokoh Politik Nasional, Irjen Pol Mohammad Iqbal – Kapolda NTB, Djohan Sjamsu & Denny Karter Febrianto – Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, Teuku Ashikin Husein – Penasihat Senior Artha Graha Peduli
Peran Artha Graha Peduli dalam Pembangunan Masjid Ketua Yayasan Masjid Nurul Hikmah, TGH Muhsin Muhtar, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Artha Graha Peduli dalam pembangunan kembali masjid ini.
"Kami berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian Artha Graha Peduli serta seluruh masyarakat KLU. Berkat dukungan semua pihak, masjid ini akhirnya selesai dibangun," ujarnya.
Masjid dua lantai ini dibangun di atas lahan seluas 35 are dengan total biaya Rp6,5 miliar, yang seluruhnya disumbangkan oleh Artha Graha Peduli. Bahkan, ia menyebut masjid ini sebagai yang terbaik di Lombok Utara.
"Kalau boleh kami katakan, ini adalah masjid terbaik di KLU," tambahnya.
Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Nurul Hikmah juga mencerminkan kerukunan umat beragama di Lombok Utara. Hal ini ditandai dengan ditanamnya pohon-pohon kurma, yang merupakan sumbangan dari umat Hindu.
"Pohon kurma ini berasal dari Arab, tetapi ditanam di masjid atas sumbangan dari teman-teman umat Hindu. Bahkan, di vihara pun pohon kurma juga ditanam. Ini menunjukkan bahwa di KLU, kita adalah satu masyarakat," ujar Muhsin Muhtar.
Penasihat Senior Artha Graha Peduli, Teuku Ashikin Husein, menjelaskan bahwa pembangunan ini terlaksana berkat arahan Tomy Winata, serta dukungan dari Pemerintah Daerah KLU dan Kementerian PUPR.
"Pada 5 Agustus 2018, saat gempa terjadi, Pak Tomy Winata langsung meminta kami untuk survei dan memberikan bantuan. Beliau mengatakan, 'Saya mau bangun masjid di Lombok.' Akhirnya, pada 18 November 2018, kami melakukan peletakan batu pertama dengan konstruksi tahan gempa yang direkomendasikan oleh Kementerian PUPR. Delapan bulan kemudian, masjid ini selesai dibangun," jelasnya.
Apresiasi dari Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu, mengaku bersyukur atas pembangunan masjid ini.
"Syukur Alhamdulillah, Artha Graha Peduli telah mengamalkan sebagian rezekinya untuk pembangunan rumah ibadah. Kami sangat berterima kasih," ujarnya.
Ia juga berharap adanya dukungan lebih lanjut dari donatur untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur lain di KLU yang masih tertunda akibat keterbatasan APBD.
Staf Ahli KSP, Ali Mochtar Ngabalin, juga mengapresiasi kontribusi Artha Graha Peduli yang membantu pemerintah daerah dalam membangun kembali masjid usai bencana gempa.
Hal senada disampaikan oleh TGH Lalu Turmudzi Badaruddin, yang berharap pembangunan rumah ibadah lainnya di KLU juga mendapatkan perhatian dan dukungan yang sama.
"Sebagai simbol keberagaman dan kerukunan umat beragama, mari kita jaga dan rawat bersama-sama," ungkapnya.
Pembangunan Masjid Nurul Hikmah bukan hanya sekadar rekonstruksi fisik, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat KLU. Semoga masjid ini dapat terus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar.