ARTHA GRAHA HEMAT 75.000 KWH DALAM RANGKA EARTH HOUR 2018
Artha Graha Peduli (AGP) dan seluruh unit Artha Graha Network (AGN) turut serta dalam gerakan cinta lingkungan Earth Hour yang berlangsung pada Sabtu (24/3) malam. Gerakan ini diperkenalkan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada tahun 2007 dan telah diikuti oleh sekitar 170 negara, termasuk Indonesia.
Pada tahun ini, sebanyak 176 kantor Artha Graha Network di seluruh Indonesia berpartisipasi dengan melakukan aksi pemadaman lampu selama satu setengah jam, mulai pukul 20.15 hingga 21.45 waktu setempat. Berdasarkan perhitungan, partisipasi AGP dan AGN dalam Earth Hour tahun ini berhasil menghemat energi sebesar 75.000 kWh, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 62.000 kWh.
“Tahun lalu, kontribusi AGP dalam Earth Hour mampu menghemat energi sebesar 62.000 kWh. Tahun ini, angka tersebut meningkat menjadi 75.000 kWh atau setara dengan 67,5 ton emisi karbon,” ujar Koordinator Ketua Pelaksana Harian AGP, Heka Hertanto, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (25/3).
Heka menegaskan bahwa Artha Graha Peduli mendukung penuh gerakan Earth Hour karena sejalan dengan pilar pertama AGP, yaitu pelestarian lingkungan sebagai upaya mengurangi dampak pemanasan global.
Sebelum acara dimulai, karyawan dari berbagai unit usaha AGP dan AGN mengadakan kegiatan lari bersama di sekitar kawasan dan berdoa untuk memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama lebih peduli terhadap masa depan bumi. Mengurangi dampak perubahan iklim, menurunkan emisi karbon dioksida, serta mencegah pemanasan global adalah tugas kita bersama demi keberlangsungan hidup manusia di masa depan,” tambahnya.
Selain pemadaman lampu, seluruh insan AGP di Indonesia turut mengampanyekan Earth Hour melalui media sosial dan bekerja sama dengan Earth Hour Jakarta untuk memperluas dampak positif gerakan ini.
Komitmen AGP terhadap lingkungan tidak berhenti pada perayaan Earth Hour. Berbagai program pelestarian lingkungan dan ekosistem telah dijalankan, termasuk di kawasan hulu Sungai Citarum, tepatnya di sumber mata air Cisanti.
Melalui kerja sama dengan KODAM III Siliwangi dan Yayasan Budiasi, AGP melaksanakan program pembibitan, penanaman pohon, perawatan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
“Perbaikan di sekitar mata air Cisanti sangat penting karena kondisi kawasan ini mulai beralih fungsi. Jika dibiarkan, debit air yang mengaliri Sungai Citarum bisa berkurang drastis, bahkan menghilang. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Heka.